Abah K.H. Nurhadi Hizbullah: Keseimbangan Ilmu Agama dan Umum Kunci Kesempurnaan Hidup dalam Peringatan Isra Miraj di Musholla Al-Ikhlas STAI Darussalam Sumsel
Tugumulyo, Ogan Komering Ilir, 18 Januari 2026 – mahasiswa, dosen, alumni, serta masyarakat sekitar memadati Musholla Al-Ikhlas di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darussalam Sumatera Selatan. untuk mengikuti peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Acara bertajuk mauidzotul hasanah ini diisi oleh Abah K.H. Nurhadi Hizbullah, yang menyampaikan ceramah penuh hikmah tentang makna mendalam peristiwa mulia tersebut.
Dalam pengajian yang berlangsung khidmat dan penuh semangat, Abah K.H. Nurhadi Hizbullah menjelaskan bahwa kesempurnaan seorang manusia terletak pada kemampuannya menguasai dua aspek ilmu secara seimbang: ilmu agama dan ilmu umum. “Ketika seseorang tidak mampu menyeimbangkan keduanya, maka kehidupannya pun tidak akan seimbang,” tegas beliau di hadapan hadirin yang antusias mencatat dan merenungkan setiap kalimat.
Beliau mengaitkan pesan tersebut langsung dengan peristiwa Isra Miraj. “Isra’ adalah perjalanan hidup kita yang berhubungan dengan manusia—dunia sosial, interaksi sesama, tanggung jawab terhadap sesama makhluk, dan urusan duniawi. Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan hidup kita yang berhubungan langsung dengan Allah—hubungan vertikal, spiritualitas, dan ketaatan mutlak kepada Sang Pencipta,” Dawuh Abah Nurhadi dengan suara yang tenang namun menggetarkan.
Lebih lanjut, Beliau menekankan pentingnya menyelaraskan hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia). “Ketika kita berhasil menyatukan keduanya dengan baik, maka Allah akan mempermudah kita dalam menyeimbangkan ilmu agama dan ilmu umum. Shalat menjadi mi’raj pribadi kita setiap hari, tempat kita naik menuju Allah, sementara akhlak mulia terhadap sesama menjadi bukti keimanan kita di bumi,” tambahnya.
Ceramah ini mendapat sambutan hangat dari jamaah, terutama para mahasiswa STAI Darussalam yang sedang menempa ilmu di kampus berbasis Islam Ahlussunnah wal Jamaah tersebut. Banyak yang merasa pesan tersebut sangat relevan dengan tantangan era modern, di mana kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sering kali menjauhkan dari nilai-nilai agama jika tidak diseimbangkan.
Panitia dari STAI Darussalam Sumsel menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat komitmen civitas akademika dalam mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum demi membangun peradaban yang berkemajuan dan berakhlak mulia.
“Kehadiran Abah K.H. Nurhadi membawa berkah dan inspirasi. Pesan beliau tentang keseimbangan hablum minallah wa hablum minannas menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus istiqamah,” kata salah seorang perwakilan panitia.
Peringatan Isra Miraj tahun ini diharapkan menjadi titik tolak bagi umat Islam di Sumatera Selatan, khususnya generasi muda, untuk lebih mendalami ilmu secara holistik sambil tetap menjaga ketaatan kepada Allah SWT dan kebaikan terhadap sesama.
Penulis : Dessy Puspitasari\, Nur Machmudi









